Neraca Lajur dan Prosedur Penyusunannya
Posted on Rabu, November 09, 2011
Neraca Lajur bukan baguan dari laporan keuangan, nah kenapa harus dibuat klo bukan bagian laporan keuangan?
Fungsi pembuatan neraca lahur adalah :
- Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan
- Untuk menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldo dan data-data penyesuaian sehingga merupakan persiapan sebelum disusun laporan keuangan yang formal.
- Untuk memudahkan mengidentifikasi kesalahan yang mungkin dilakukan dalam pembuatan jurnal penyesuaian.
Prosedur penyusunan neraca lajur
terdiri dari lima langkah sebagai berikut :
1. Masukkan saldo-saldo rekening buku
besar kedalam kolom neraca saldo
Nama-nama rekening dan saldo rekening
pertanggal 31 Des disalin dalam kolom-kolom neraca saldo. Dalam
praktek sehari-hari jumlah ini dapat disalin langsung dari buku
besar, sebab apabila disusun terlebih dahulu berarti dafar saldo
dalam bentuk neraca saldo secara khusus tercatat dua kali dan akan
terjadi pekerjaan double. Setelah jumlah neraca saldo tersebut
dicatat didalam neraca lajur maka kedua kolom itu dijumlahkan dan
jumlahnya ditulis pada bagian bawah kolom tersebut.
2. Masukkan penyesuaian ke dalam
kolom-kolom penyesuaian.
Neraca lajur yang telah berisi
data-data penyesuaian dapat dilihat dalam tabel 2. Perlu diperhatikan
bahwa penyesuaian yang dilakukan dalam neraca lajur adalah sebelum
penyesuaian dilakukan dalam jurnal dan sebelum diposting kedalam buku
besar.
>>Saldo kredit tentang rekening
penghasilan bunga sebesar $350.00 menunjukkan jumlah penghasilan
bunga yang sudah diterima dalam tahun 1993. Sampai tanggal 31 Des
1993 masih ada penghasilan bunga yang belum diterima untuk 3 bulan
yaitu untuk bulan Oktober sampai dengan Desember. Jumlah bunga yang
belum diterima adalah :
3/12 X 6/100X $10.000,00 = $ 150,00
Penyesuaian yang harus dilakukan dalam
kolom penyesuaian adalah dengan cara:
Piutang penghasilan bunga $150,00
(debet)
Penghasilan Bunga $150,00
(kredit)
Sebagai petunjuk dan untuk memudahkan
memeriksa kembali maka dimuka angka-angka tesebut diberi tanda huruf
a), begitu pula halnya dengan penyesuaian lainnya.
>>Saldo debit rekening gaji
pegawai $22.000,00 menunjukkan jumlah gaji yang sudah dibayar tahun
1993. Pada tangal 31 Des 1993 masih harus dibayar gaji pegawai untuk
bulan Desember sebanyak $2.000,00. Ini berarti dalam pembukuan harus
dicatat adanya hutang gaji dan gaji pegawai masih harus dibayar
$2.000,00. Hal ini dicatat melalui jumal penyesuaian dengan cara :
Rekening gaji pegawai $2.000,00 d
Rekening hutang gaji pegawai $2.000,00
k
>>Saldo rekening penghasilan sewa
$36.000,00 menunjukkan bahwa selama tahun 1993 telah diterima
penghasilan sewa sebesar $36.000,00. Didalam jumlah tesebut juga
termasuk sewa yang diterima dimuka yaitu sewa untuk periode yang akan
datang sebesar $6.000,00. Oleh karena itu rekening sewa penghasilan
harus dikurangi $6.000,00 dan jumlah itu merupakan hutang
penghasilan sewa. Untuk mencatat hat ini maka dibuat jurnal
penyesuaian dengan cara:
Pengahasilan Sewa $6.000,00 d
Hutang Penghasilan Sewa $6.000,00 k
>>Saldo debet rekening persekot
asuransi $10.000,00 menunjukkan pembayaran premi asuransi yang telah
dilakukan pada tahun 1993. Dalam jumlah tersebut termasuk pula premi
asuransi untuk bulan berikutnya sebesar $4.000,00. lni berarti bahwa
persekot asuransi untuk bulan Desember hanya tinggal $4.000,00.
Sedangkan yang $6.000,00. merupakan biaya asuransi untuk tahun 1993.
Oleh karena itu pencatatannya adalah sebagai berikut :
Rekening persekot asuransi $6.000,00.
d
Rekening biaya asuransi harus
$6.000,00. k
>>Kerugian piutang yang
dibebankan tahun 1993 $4.576,50 yaitu 1% dari penjualan (penghasilan
photography). Untuk mencatat hal ini diperlukan jurnal penyesuaian
pada akhir periode yaitu dengan cara:
Rekening piutang $4.576,50 d
Rekening cadangan kerugian piutang
$4.576,50 k
Oleh karena didalam neraca saldo tidak
ada rekening piutang maupun rekening cadangan kerugian piutang maupun
rekening cadangan kerugian piutang. Maka kedua rekening itu harus
dicantumkan dibawah jumlah neraca saldo.
>>Penyusutan perlengkapan
photograpy dalam setahun adalah 20% dari harga
perolehan perlengkapan photography
yaitu:
$480.000,00 x 20% = $96.000,00
Jurnal penyesuaian yang diperlukan
untuk hal ini adalah:
Penyusutan perlengkapan photography
$96.000,00 d
Cadangan penyusutan perlengkapan
photography $96.000,00 k
Karena kedua rekening tersebut belum
tercantum dalam neraca saldo maka didalam neraca lajur kedua rekening
ini harus dicantumkan dibawah jumlah neraca saldo
>>Penyusunan perlengkapan kantor
ditetapkan 10% pertahun, dihitung harga perolehan perlengkapan
kantor, yaitu;
10x $115.000,00 = $115.000,00
Jurnal penyesuaian yang dibutuhkan
untuk mencatat hal ini adalah:
Penyusutan perlengkapan kantor
$115.000,00 d
Cadangan penyusutan perlengkapan kantor
$115.000,00 k
Karena kedua rekening tersebut belum
tercantum didalam neraca saldo maka didalam neraca lajur
rekenng-rekening ini harus dicantumkan dibawah neraca saldo.
>>Penyusutan gedung setahun
adalah 5% dari harga perolehan gedung. Perhitungannya adalah sebagai
berikut :
5% X $1.000.000,00=$50.000,00
Jurnal penyesuaian yang diperlukan
untuk mencatat perkiraan ini adalah :
Penyusutan gedung $50.000,00 d
Cadangan penyusutan gedung
$50.000,00 k
Karena kedua rekening ini belum
tercantum dalam neraca saldo maka didalam neraca lajur rekening harus
dicantumkan dibawah jumlah neraca saldo.
Setelah penyesuaian dimasukkan kedam
kolom-kolom penyesuaian maka kedua kolom ini dijumlahkan, kedua kolom
penyesuaian itu harus sama jumlahnya dan dapat digunakan untuk
memeriksa apakah angka-angka yang dimasukkan kedalam kolom itu sudah
benar. Prosedur tersebut dimana rekening-rekening yang belum
tercantum dalam neraca saldo dituliskan nama-nama rekeningnya dibawah
jumlah kolom-kolom neraca saldo, merupakan prosedur yang banyak
digunakan didalam praktek. Disamping cara ini dapat juga digunakan
cara lain yaitu pada waktu dituliskan nama-nama rekening yang berasal
dan penyesuaian. Rekening-rekening itu dapat dimasukkan sebagai
bagian dari neraca saldo dengan urutan yang tepat.
3. Mengisi kolom-kolom neraca saldo
setelah disesuaikan
Tiap-tiap saldo rekening yang tercantum
dalam kolom-kolom neraca saldo digabungkan dengan angka-angka yang
tercantum didalam penyesuaian dan jumlah ini kemudian di cantumkan
dalam kolom-kolom neraca saldo setelah disesuaikan. Sudah barang
tentu apabila didalam kolom penyesuaian tidak angka yang perlu
disesuaikan maka angka dalam kolom neraca saldo dipindahkan kedalam
kolom neraca saldo setelah disesuaikan.
Sebagai contoh rekening persekot
asuransi di dalam neraca saldo dicantumkan pada sisi debet sebesar
$10.000,00. Jumlah debet $10.000,00 ini digabungkan dengan jumlah
kredit $6.000,00 didalam baris yang sama pada kolom penyesuaian.
Penggabungan kedua angka ini akan menghasilkan jumlah debet $4.000,00
yang harus dicantumkan pada kolom debet neraca saldo setelah
disesuaikan.
Contoh lain misalnya rekening biaya
asuransi, rekenig ini didalam kolom neraca saldo tidak mempunyai
saldo, tetapi didalam kolom penyesuaian terdapat jumlah debet sebesar
$6.000,00. Penggabungan nol. dengan debet $6.000,OO menghasilkan
angka debet $6.000,00 didalam kolom neraca saldo setelah disesuaikan.
Banyak rekening-rekenig didalam neraca
saldo yang tidak terpengaruh oleh penyesuaian yang dilakukan pada
akhir periode saldo-saldo rekening semacam ini dimasukkan kedalam
neraca saldo setelah disesuaikan, maka kedua kolom ini dijumlahkan
dan jumlah kedua kolom tersebut harus sama
4. Memindahkan jumlah-jumlah di dalam
kolom-kolom neraca saldo
setelah disesuaikan kedalam kolom-kolom
dan laba atau kolom-kolom neraca. Langkah berikutnya dalam pembuatan
neraca lajur adalah memindahkan saldo-saldo rekening aktiva, hutang,
modal dan prive ke dalam kolom neraca dan memindahkan saldo-saldo
rekening biaya dan penghasilan ke dalam kolom rugi laba didalam
neraca lajur.
Proses pemindahan ini dilakukan mulai
dari rekening
yang dicantumkan paling atas didalam
neraca lajur, biasanya rekening yang tercantum paling atas adalah
rekening kas. Saldo rekening kas dipindahkan ke dalam sisi debet dari
kolom neraca. Setelah itu rekening-rekening berikutnya baris demi
baris dipindahkan ke dalam sisi yang tepat dan kolom yang tepat
sesuai dengan jumlah jenis rekeningnya. Pemindahan baris demi baris
seperti diuraikan di atas akan mengurangi kemungkinan terjadinya
kesalahan dalam pemindahan ke dalam kolom dan sisi yang tepat.
Proses pemindahan saldo-saldo rekenig
ini, sebenarnya merupakan suatu proses pemilihan atas
rekening-rekening, untuk menentukan rekening-rekening mana yang
dicantumkan dalam neraca dan rekening-rekening mana yang dicantumkan
dalam laporan rugi laba dan pada sisi mana rekening-rekening
dicantumkan.
5. Menjumlahkan kolom-kolom rugi laba
dan kolom-kolom neraca.
Memasukkan angka "laba bersih"
sebagai angka pengimbang ke dalam kedua pasang kolom di atas dan
sekali lagi menjumlahkan kolom-kolom tersebut Laba bersih atau rugi
untuk suatu periode ditentukan dengan cara menghitung selisih antara
jumlah sisi kiri (Debet) dan jumlah sisi kanan(kredit) dari
kolom-kolom rugi laba. Dari contoh neraca lajur yang dibuat tadi
dapat
dilihat bahwa jumlah sisi kredit lebih
bersih dripada jumlah sisi debet. Selisih antara jumlah sisi kredit
dengan jumlah sisi debet menunjukkan laba bersih.
Jumlah sisi kredit
(Penghasilan-penghasilan)
$488.150,00
Jumlah sisi debet (biaya-biaya)
$216.076,50
Selisih: Laba Bersih
$272.073,00
Jumlah laba bersih $272.073,50 diatas
dimasukkan ke dalam sisi debet kolom rugi laba sebagai angka
pengimbang dan juga pada baris yang sama dimasukkan ke dalam sisi
kredit kolom neraca. Pada kolom perkiraan diberi keterangan laba
bersih untuk menjelaskan angka tersebut. Langkah terakhir adalah
menjumlahkan kembali kolom rugi laba dan kolom-kolom neraca.
Jumlah sisi debet dan jumlah sisi
kredit kolom tersebut harus sama. Alasan dimasukkannya laba bersih
$272.073,50 dalam sisi kredit kolom neraca adalah karena laba
mengakibatkanbertambahnya modal. Apabila jumlah sisi debet kolom
neraca tidak sama dengan jumlah sisa kreditnya, maka hal ini berarti
bahwa pembuatan neraca lajur tersebut telah terjadi kesalahan.
Seandainya jumlah sisi debet kolom rugi laba lebih besar daripada
jumlah sisi kreditnya, maka selisih kedua sisi tersebut menunjukkan
rugi bersih. Jumlah rugi bersih tersebut dimasukkan ke dalam sisi
kredit kolom rugi laba sebagai pengimbang dan pada baris yang sama
juga dimasukkan pada sisi debet kolom, neraca sehingga jumlah kedua
sisi dari kolom rugi laba dan kolom neraca akan seimbang.
Langganan:
Komentar (Atom)
