Laporan Keuangan

http://www2.jogjabelajar.org/web2008/_smk/akuntansi/Siklus_Akuntansi/pendahuluan.php

Neraca Lajur dan Prosedur Penyusunannya

Neraca Lajur bukan baguan dari laporan keuangan, nah kenapa harus dibuat klo bukan bagian laporan keuangan?
Fungsi pembuatan neraca lahur adalah :

  1. Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan
  2. Untuk menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldo dan data-data penyesuaian sehingga merupakan persiapan sebelum disusun laporan keuangan yang formal.
  3. Untuk memudahkan mengidentifikasi kesalahan yang mungkin dilakukan dalam pembuatan jurnal  penyesuaian.
Penyusunan neraca lajur dimulai dari neraca saldo sebelum diadakan penyesuaian dan kemudian dengan memasukkan data-data penyesuaiannya dan pada umumnya terdiri 5 kolom yang berisi debit/kredit.




Prosedur penyusunan neraca lajur terdiri dari lima langkah sebagai berikut : 
1. Masukkan saldo-saldo rekening buku besar kedalam kolom neraca saldo
Nama-nama rekening dan saldo rekening pertanggal 31 Des disalin dalam kolom-kolom neraca saldo. Dalam praktek sehari-hari jumlah ini dapat disalin langsung dari buku besar, sebab apabila disusun terlebih dahulu berarti dafar saldo dalam bentuk neraca saldo secara khusus tercatat dua kali dan akan terjadi pekerjaan double. Setelah jumlah neraca saldo tersebut dicatat didalam neraca lajur maka kedua kolom itu dijumlahkan dan jumlahnya ditulis pada bagian bawah kolom tersebut. 

2. Masukkan penyesuaian ke dalam kolom-kolom penyesuaian.
Neraca lajur yang telah berisi data-data penyesuaian dapat dilihat dalam tabel 2. Perlu diperhatikan bahwa penyesuaian yang dilakukan dalam neraca lajur adalah sebelum penyesuaian dilakukan dalam jurnal dan sebelum diposting kedalam buku besar.
>>Saldo kredit tentang rekening penghasilan bunga sebesar $350.00 menunjukkan jumlah penghasilan bunga yang sudah diterima dalam tahun 1993. Sampai tanggal 31 Des 1993 masih ada penghasilan bunga yang belum diterima untuk 3 bulan yaitu untuk bulan Oktober sampai dengan Desember. Jumlah bunga yang belum diterima adalah :
3/12 X 6/100X $10.000,00 = $ 150,00
Penyesuaian yang harus dilakukan dalam kolom penyesuaian adalah dengan cara:
Piutang penghasilan bunga $150,00 (debet)
Penghasilan Bunga $150,00 (kredit)
Sebagai petunjuk dan untuk memudahkan memeriksa kembali maka dimuka angka-angka tesebut diberi tanda huruf a), begitu pula halnya dengan penyesuaian lainnya.

>>Saldo debit rekening gaji pegawai $22.000,00 menunjukkan jumlah gaji yang sudah dibayar tahun 1993. Pada tangal 31 Des 1993 masih harus dibayar gaji pegawai untuk bulan Desember sebanyak $2.000,00. Ini berarti dalam pembukuan harus dicatat adanya hutang gaji dan gaji pegawai masih harus dibayar $2.000,00. Hal ini dicatat melalui jumal penyesuaian dengan cara :
Rekening gaji pegawai $2.000,00 d
Rekening hutang gaji pegawai $2.000,00 k

>>Saldo rekening penghasilan sewa $36.000,00 menunjukkan bahwa selama tahun 1993 telah diterima penghasilan sewa sebesar $36.000,00. Didalam jumlah tesebut juga termasuk sewa yang diterima dimuka yaitu sewa untuk periode yang akan datang sebesar $6.000,00. Oleh karena itu rekening sewa penghasilan harus dikurangi $6.000,00 dan jumlah itu merupakan hutang penghasilan sewa. Untuk mencatat hat ini maka dibuat jurnal penyesuaian dengan cara:
Pengahasilan Sewa $6.000,00 d
Hutang Penghasilan Sewa $6.000,00 k

>>Saldo debet rekening persekot asuransi $10.000,00 menunjukkan pembayaran premi asuransi yang telah dilakukan pada tahun 1993. Dalam jumlah tersebut termasuk pula premi asuransi untuk bulan berikutnya sebesar $4.000,00. lni berarti bahwa persekot asuransi untuk bulan Desember hanya tinggal $4.000,00. Sedangkan yang $6.000,00. merupakan biaya asuransi untuk tahun 1993. Oleh karena itu pencatatannya adalah sebagai berikut :
Rekening persekot asuransi $6.000,00. d
Rekening biaya asuransi harus $6.000,00. k

>>Kerugian piutang yang dibebankan tahun 1993 $4.576,50 yaitu 1% dari penjualan (penghasilan photography). Untuk mencatat hal ini diperlukan jurnal penyesuaian pada akhir periode yaitu dengan cara:
Rekening piutang $4.576,50 d
Rekening cadangan kerugian piutang $4.576,50 k
Oleh karena didalam neraca saldo tidak ada rekening piutang maupun rekening cadangan kerugian piutang maupun rekening cadangan kerugian piutang. Maka kedua rekening itu harus dicantumkan dibawah jumlah neraca saldo.

>>Penyusutan perlengkapan photograpy dalam setahun adalah 20% dari harga
perolehan perlengkapan photography yaitu:
$480.000,00 x 20% = $96.000,00
Jurnal penyesuaian yang diperlukan untuk hal ini adalah:
Penyusutan perlengkapan photography $96.000,00 d
Cadangan penyusutan perlengkapan photography $96.000,00 k
Karena kedua rekening tersebut belum tercantum dalam neraca saldo maka didalam neraca lajur kedua rekening ini harus dicantumkan dibawah jumlah neraca saldo

>>Penyusunan perlengkapan kantor ditetapkan 10% pertahun, dihitung harga perolehan perlengkapan kantor, yaitu;
10x $115.000,00 = $115.000,00
Jurnal penyesuaian yang dibutuhkan untuk mencatat hal ini adalah:
Penyusutan perlengkapan kantor $115.000,00 d
Cadangan penyusutan perlengkapan kantor $115.000,00 k
Karena kedua rekening tersebut belum tercantum didalam neraca saldo maka didalam neraca lajur rekenng-rekening ini harus dicantumkan dibawah neraca saldo.

>>Penyusutan gedung setahun adalah 5% dari harga perolehan gedung. Perhitungannya adalah sebagai berikut :
5% X $1.000.000,00=$50.000,00
Jurnal penyesuaian yang diperlukan untuk mencatat perkiraan ini adalah :
Penyusutan gedung $50.000,00 d
Cadangan penyusutan gedung $50.000,00 k
Karena kedua rekening ini belum tercantum dalam neraca saldo maka didalam neraca lajur rekening harus dicantumkan dibawah jumlah neraca saldo.
Setelah penyesuaian dimasukkan kedam kolom-kolom penyesuaian maka kedua kolom ini dijumlahkan, kedua kolom penyesuaian itu harus sama jumlahnya dan dapat digunakan untuk memeriksa apakah angka-angka yang dimasukkan kedalam kolom itu sudah benar. Prosedur tersebut dimana rekening-rekening yang belum tercantum dalam neraca saldo dituliskan nama-nama rekeningnya dibawah jumlah kolom-kolom neraca saldo, merupakan prosedur yang banyak digunakan didalam praktek. Disamping cara ini dapat juga digunakan cara lain yaitu pada waktu dituliskan nama-nama rekening yang berasal dan penyesuaian. Rekening-rekening itu dapat dimasukkan sebagai bagian dari neraca saldo dengan urutan yang tepat. 

3. Mengisi kolom-kolom neraca saldo setelah disesuaikan
Tiap-tiap saldo rekening yang tercantum dalam kolom-kolom neraca saldo digabungkan dengan angka-angka yang tercantum didalam penyesuaian dan jumlah ini kemudian di cantumkan dalam kolom-kolom neraca saldo setelah disesuaikan. Sudah barang tentu apabila didalam kolom penyesuaian tidak angka yang perlu disesuaikan maka angka dalam kolom neraca saldo dipindahkan kedalam kolom neraca saldo setelah disesuaikan.
Sebagai contoh rekening persekot asuransi di dalam neraca saldo dicantumkan pada sisi debet sebesar $10.000,00. Jumlah debet $10.000,00 ini digabungkan dengan jumlah kredit $6.000,00 didalam baris yang sama pada kolom penyesuaian. Penggabungan kedua angka ini akan menghasilkan jumlah debet $4.000,00 yang harus dicantumkan pada kolom debet neraca saldo setelah disesuaikan.
Contoh lain misalnya rekening biaya asuransi, rekenig ini didalam kolom neraca saldo tidak mempunyai saldo, tetapi didalam kolom penyesuaian terdapat jumlah debet sebesar $6.000,00. Penggabungan nol. dengan debet $6.000,OO menghasilkan angka debet $6.000,00 didalam kolom neraca saldo setelah disesuaikan.
Banyak rekening-rekenig didalam neraca saldo yang tidak terpengaruh oleh penyesuaian yang dilakukan pada akhir periode saldo-saldo rekening semacam ini dimasukkan kedalam neraca saldo setelah disesuaikan, maka kedua kolom ini dijumlahkan dan jumlah kedua kolom tersebut harus sama

4. Memindahkan jumlah-jumlah di dalam kolom-kolom neraca saldo
setelah disesuaikan kedalam kolom-kolom dan laba atau kolom-kolom neraca. Langkah berikutnya dalam pembuatan neraca lajur adalah memindahkan saldo-saldo rekening aktiva, hutang, modal dan prive ke dalam kolom neraca dan memindahkan saldo-saldo rekening biaya dan penghasilan ke dalam kolom rugi laba didalam neraca lajur.
Proses pemindahan ini dilakukan mulai dari rekening
yang dicantumkan paling atas didalam neraca lajur, biasanya rekening yang tercantum paling atas adalah rekening kas. Saldo rekening kas dipindahkan ke dalam sisi debet dari kolom neraca. Setelah itu rekening-rekening berikutnya baris demi baris dipindahkan ke dalam sisi yang tepat dan kolom yang tepat sesuai dengan jumlah jenis rekeningnya. Pemindahan baris demi baris seperti diuraikan di atas akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pemindahan ke dalam kolom dan sisi yang tepat.
Proses pemindahan saldo-saldo rekenig ini, sebenarnya merupakan suatu proses pemilihan atas rekening-rekening, untuk menentukan rekening-rekening mana yang dicantumkan dalam neraca dan rekening-rekening mana yang dicantumkan dalam laporan rugi laba dan pada sisi mana rekening-rekening dicantumkan. 

5. Menjumlahkan kolom-kolom rugi laba dan kolom-kolom neraca.
Memasukkan angka "laba bersih" sebagai angka pengimbang ke dalam kedua pasang kolom di atas dan sekali lagi menjumlahkan kolom-kolom tersebut Laba bersih atau rugi untuk suatu periode ditentukan dengan cara menghitung selisih antara jumlah sisi kiri (Debet) dan jumlah sisi kanan(kredit) dari kolom-kolom rugi laba. Dari contoh neraca lajur yang dibuat tadi dapat
dilihat bahwa jumlah sisi kredit lebih bersih dripada jumlah sisi debet. Selisih antara jumlah sisi kredit dengan jumlah sisi debet menunjukkan laba bersih.
Jumlah sisi kredit (Penghasilan-penghasilan)
$488.150,00
Jumlah sisi debet (biaya-biaya) $216.076,50
Selisih: Laba Bersih
$272.073,00
Jumlah laba bersih $272.073,50 diatas dimasukkan ke dalam sisi debet kolom rugi laba sebagai angka pengimbang dan juga pada baris yang sama dimasukkan ke dalam sisi kredit kolom neraca. Pada kolom perkiraan diberi keterangan laba bersih untuk menjelaskan angka tersebut. Langkah terakhir adalah menjumlahkan kembali kolom rugi laba dan kolom-kolom neraca.
Jumlah sisi debet dan jumlah sisi kredit kolom tersebut harus sama. Alasan dimasukkannya laba bersih $272.073,50 dalam sisi kredit kolom neraca adalah karena laba mengakibatkanbertambahnya modal. Apabila jumlah sisi debet kolom neraca tidak sama dengan jumlah sisa kreditnya, maka hal ini berarti bahwa pembuatan neraca lajur tersebut telah terjadi kesalahan. Seandainya jumlah sisi debet kolom rugi laba lebih besar daripada jumlah sisi kreditnya, maka selisih kedua sisi tersebut menunjukkan rugi bersih. Jumlah rugi bersih tersebut dimasukkan ke dalam sisi kredit kolom rugi laba sebagai pengimbang dan pada baris yang sama juga dimasukkan pada sisi debet kolom, neraca sehingga jumlah kedua sisi dari kolom rugi laba dan kolom neraca akan seimbang.